PKS Lawang

Mohon Bantuan Doa dan Dukungan Dana Jika Berkenan

Mei 15, 2009 · Comments Off

Mohon Bantuan Doa dan Dukungan Dana Jika Berkenan

Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji hanya bagi Allah SWT rabb semesta alam, pemilik segala kemulian. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, keluarga, shahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Ikhwah fillah rahimakumullah, saya menulis email ini mewakili teman-teman di DPC PKS Lawang Kab. Malang Jawa Timur.

Atas pertimbangan dan hasil syuro yang kami lakukan beberapa waktu yang lalu, maka kami memutuskan untuk melakukan “penggalangan dana ta’awun” bagi musibah yang menimpa keluarga Al Akh Hariyadi – sekretaris DPC PKS Lawang Kab Malang. Agar lebih jelasnya akan saya jelaskan kronologisnya.

Pada hari Kamis 30 April 2009, Akh Hariyadi bersama istrinya yang hamil 8 bulan beserta anaknya yang berumur 2 tahun bersilaturahim pada keluarga istri di kota Panjen Kab Malang. Di rumah saudara sang istri inilah, musibah itu terjadi.

Saat itu sang istri – al Ukh Triana – memandikan Fatiyah anaknya, ketika keluar dari kamar mandi dia terpeleset jatuh. Setelah dilakukan pertolongan ala kadarnya, mereka memutuskan untuk pulang ke Lawang. Sesampainya di Lawang, pergelangan kaki kanan yang terjatuh tadi membengkak dan sehingga membuat sang istri kesakitan. Tetapi sakit yang makin parah tersebut tidak segera dibawa ke dokter karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan.

Sekedar informasi, akh Hariyadi terkena PHK ditempat kerjanya pada awal 2009 kemarin, dan pekerjaan sehari-harinya adalah serabutan, sedangkan istrinya bekerja sebagai guru honorer di sebuah SD dan TK.

Keesokan harinya istri Al Akh Munir bertemu dengan kakak Akh Hariyadi di pasar dan mengabarkan kondisi al ukh Triana. Pada saat itu juga ada Al Akh Munir dan istrinya serta mengajak akh Syaiful berkunjung ke rumahnya, setelah dilihat ternyata sakitnya semakin parah. Segara mereka membawanya ke Puskesmas Lawang, tetapi karena tidak bisa mengatasi akhirnya di rujuk ke UGD RS Syaiful Anwar di Malang hari itu juga.

Setelah didiagonis, ternyata tulang pergelangan kaki al ukh Triana patah sebanyak 3 tempat. Dokter menyarankan agar dilakukan operasi. Tetapi karena kondisi kehamilan yang sudah mendekati saat-saat kelahiran maka dokter menyarankan untuk melakukan operasi paska kelahiran.

Permasalahannya adalah karena kondisi kakinya yang patah maka tidak memungkinkan untuk melakukan kelahiran secara normal, maka dokter memutuskan untuk melakukan operasi sesar bagi kelahiran anak akh Hariyadi yang kedua.

Hari ini, Jumat, 15 Mei 2009 insyaAllah akan dilakukan operasi sesar, setelah kondisi pemulihan maka akan dilakukan operasi penyambungan tulang kakinya.

Sebenarnya al akh Hariyadi sangat berat menerima musibah itu, terutama terkait dengan biaya pengobatan yang harus ditanggungnya. Alhamdulillah, dengan bantuan teman-teman maka biaya pengobatan itu mendapatkan keringan melalui Jamkesmas (jaminan kesahatan masyarakat)

Kami berusaha untuk melakukan kordinasi dengan struktur dan ikhwah yang lain untuk membantu biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan selain biaya pengobatan. Karena selain biaya pengobatan al akh Hariayadi harus menitipkan anak pertamanya di rumah sang kakak, dan juga biaya hidup selama menjaga istrinya di rumah sakit, karena praktis dia tidak bisa bekerja lagi.

Memang sudah ada beberapa bantuan untuk menutupi hal itu, tetapi mengingat kondisi sakit istrinya dan kelak setelah melahirkan istrinya belum bisa ditinggalkan sepenuhnya untuk bekerja maka kami – pengurus DPC PKS Lawang Kab Malang berusaha mengajak ikhwah sekalian yang kelebihan rezki untuk bisa membantu al akh Hariyadi.

Jika ikhwan/akhwat sekalian ingin mengetahui kondisi istri akh Hariyadi, saat ini sedang di rawat di RS Syaiful Anwar Malang Ruang 18.

Bagi yang ingin membantu beliau bisa menghubungi

- Al Akh Budi Setia Darma – Ketua DPC PKS Lawang Telp: 0341-9452555 (Flexi)
- Al Akh Syaifulullah – HP: 08123104532 (Simpati)
- al Akh Munir – 0341 7680367 (Flexi)
- Saya, Heri – HP: 085749674757 (IM3)

Demikian informasi ini saya tuliskan, dan jika berkenan menyebarkan ke ikhwah yang lain.

Terimakasih atas perhatiannya..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Comments OffKategori: Tidak terkategori

Hasil quick Count Pemilu 2009

April 9, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dari LP3 ES Okezone.com 10/04/2009 jam 07.45

quick

dari detik.com seperti ini

quick2

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori

Partai Politik dan Perdebatan

Januari 29, 2009 · Comments Off

Rabu, 31 Desember 2008 08:01

Pertanyaan

Assalamu’alaikum

Bapak Al-ustadz Ahmad Sarwat semoga anda tetap istiqomah dalam da’wah.

Saya seorang yang cukup aktif di Parpol (PKS), pada suatu waktu ana bertemu sahabat yang kebetulan ikut pengajian salafi, maka ketika kami berbincang-berbincang tentang parpol, dia mengatakan bahwa parpol itu bid’ah, dan Islam dilarang berkelompok-berkelompok, maka terjadi waktu itu debat yang cukup hebat, sahabat saya menyampaikan hadist-hadist atau dalil-dalil yang melarang berpalpol, Al-ustadz yang dimuliakan Allah ana mau tanya:

1. Bolehkan kita berparpol dalam Islam, tolong cantumkan hadist yang menguatkannya atau sebaliknya.
2. Bagaimana kah sebaiknya kita menyikapi agar tidak terjadi perdebatan sesama saudara.
demikian saja saya harap saya mendapat pencerahan dari Allah Amin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Hamba Allah

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apakah parpol itu bid’ah?

Istilah bid’ah sebenarnya istilah dalam masalah ubudiyah ritual. Misalnya dalam masalah ibadah shalat atau manasik haji, bila ada yang menjalankannya di luar apa yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, maka barulah disebut dengan bid’ah.

Sebab dahulu beliau SAW telah wanti-wanti kepada kita dengan sabdanya:

Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.

Ambillah dariku manasik haji untuk kalian

Adapun masalah di luar urusan ubudiyah, sebenarnya tidak berlaku istilah bid’ah. Sebab semua masalah terus mengalami perkembangan. Waktu demi waktu terus berlalu. Fenomena perubabahan dunia ini tidak mungkin dipungkiri.

Kalau dahulu nabi SAW berperang pakai pedang, tombak dan panah, tentu bukan bid’ah kalau sekarang ini kita perang pakai meriam, peluru kendalidan tank. Mengapa bukan bid’ah?

Karena teknik perang bukan urusan ritual peribadatan. Sehingga tidak mengapa kalau mengalami perubahan teknik dan cara.

Demikian juga dengan metode dakwah. Dahulu Rasulullah SAW telah memulai dakwah dengan berbagai macam cara, dari yang paling tradisional yaitu ceramah, sampai yang paling politis, seperti berkirim surat kepada para penguasa dunia.

Kesimpulannya, dalam masalah teknis berdakwah, pada hakikatnya tidak pernah dikenal istilah bid’ah. Sebab bid’ah itu adalah istilah khusus untuk masalah ritual.

Apakah parpol itu membuat umat Islam berkelompok-berkelompok?

Bahwa parpol itu bisa membuat umat Islam berkelompok, berpecah dan bermusuhan, sifatnya sangat relatif. Namun kami tidak menafikan hal itu bisa terjadi.

Apalagi mengingat bahwa partai umat Islam itu tidak hanya satu, tetapi berbilang jumlahnya. Dan bahwa antara satu partai dengan partai lainnya terkadang tidak kompak, saling ejek, saling sindir dan saling meremehkan, memang sulit ditampik kenyataannya.

Apalagi kalau kita sudah bicara sampai ke tingkat akar rumput, barangkali sudah sampai ke adu jotos dan saling tikam. Padahal yang diributkan hanyalah pepesan kosong yang tidak ada artinya.

Dalam banyak hal, kenyataan pahit ini memang sering kita rasakan. Seandainya partai-partai Islam itu bisa bersatu, tentu akan didapat kekuatan yang besar. Tapi entah apa penyakitnya, bersatunya partai-partai Islam itu sepertinya lebih merupakan mimpiketimbang kenyataan.

Maka dalam hal ini, kita tinggal mengukur saja sisi baik dan sisi buruknya. Bila muncul banyaknya partai-partai Islam itu secara umum merugikan posisi umat, tentu sebaiknya mereka bersatu saja. Dan usaha untuk menyatukan partai-partai Islam itu tentu sebuah amal yang paling mulia.

Namun bila tingkat kerugiannya belum terlalu parah, bahkan malah ada banyak manfaat yang bisa diambil, seperti terjadinya kompetisi yang sehat, atau pengalaman kerja untuk masing-masing aktifisnya, serta manfaat-manfaat lainnya yang selama ini belum terpikirkan, maka tidak mengapa munculnya banyak partai.

Selama mereka bisa tetap saling menjaga adab-adabnya, tidak saling caci, ejek, pulul dan hantam sesama muslim.

Selain itu biasanya memang sulit untuk tiba-tiba menyatukan aspirasi umat Islam. Seringkali bila ada pihak yang tidak puas atas kebijakan atasannya, bisa saja kelompok itu keluar dan membuat partai baru.

Dahulu umat Islam di Indonesia pernah mengalami bulan madu. Semua partai bersatu di bawah payung Masyumi. Sayangnya, kemesraan itu terlalu cepat berlalu. Masing-masing kembali berjalan sendiri-sendiri.

Di masa orde baru, kembali lagi bersatu di bahwa payung PPP lantaran ada tekanan. Namun begitu era reformasi datang, tiba-tiba barisannya bubar. Masing-masing elemen umat Islam kembali asyik dengan proyek partainya masing-masing. Salah satunyasebagian dari elemen pemuda Islam yang kemudian mendirikan Partai Keadilan (PK). Karena kurang dukungan dan terkena electoral trashhold

Tentu kita tidak boleh meremehkan alasan masing-masing partai, kenapa berdiri sendiri-sendiri dan tidak bersatu di bawah satu payung saja.

Nampaknya memang demikian suratan takdir umat Islam, harus berjalan sendiri-sendiri dengan masing-masing proyeknya.

Lalu apakah fenomena ini harus kita kutuk karena kita anggap sebagai representasi dari perpecahan dan hidup berkelompok-kelompok? Rasanya tidak adil juga. Sebab kalau kita hitung-hitung, tanpa harus ada partai pun, sebenarnya umat Islam selama ini juga sudah punya begitu banyak kelompok. Bukankah kita punya NU, Muhammadiyah, Persis, DDII, Al-Washliyah, Al-Irsyad dan seterusnya.

Apakah ormas-ormas itu pun mau kita katakan sebagai bentuk perpecahan? Atau mau kita bilang sebagai bid’ah? Rasanya terlalu terburu-buru.

Sebab di kalangan pengikut manhaj salafi di negeri kitapun harus diakui adanya faksi-faksi yang saling bertentangan, bahkan saling bermusuhan. Jumlahnya bukan hanya dua dan tiga, tapi banyak sekali. Semuanya mengaku sebagai kelompok yang paling benar dan paling salaf, sambil menuding saudaranya sebagai pengkhianat, ahli bid’ahdan dicap telah sesat. Bukankah ini juga perpecahan dan berkelompok-kelompok?

Karena itu sebaiknya kita jangan dulu terlalu mudah memvonis saudara kita sebagai ahli bid’ah. Juga jangan dulu meratapi nasib dan mengutuk adanya fenomena multi ormas dan multi partai. Sebab di balik semua ini, mungkin saja Allah SWT ingin memberi pelajaran berharga.

Yang penting, kita upayakan agar partai-partai Islam itu bisa saling berdamai. Kalau bisa sih saling bersinergi satu dengan yang lain. Syukur kalau bisa melakukan fusi. Itu kalau bisa. Kalau tidak bisa, yang penting saling rukun saja.

Sebab kita tidak boleh menafikan apa yang sudah mereka upayakan. Dengan berhusnuzzhan kepada sesama muslim, kita anggap mereka sedang berjuang, namun dengan jalan masing-masing.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Baca terus →

Comments OffKategori: akhlaq · artikel · awalan · berita dr suadara · copas aja · copas-situs · fikrah · harakah

Halaqah Kok Kampanye?

Januari 29, 2009 · Comments Off

Selasa, 30 Desember 2008 12:09

Pertanyaan

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, gimana kalau ada keinginan untuk pindah ke halaqah salaf, karena kalau dengar dari radio mereka, ternyata kedalaman ilmu para ustadz nya bagus sekali, berbeda sekali dengan halaqah saya yang sekarang ini, energi terkuras untuk kampanye.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh Baca terus →

Comments OffKategori: akhlaq · artikel · awalan · copas-situs

Malang Kota Seribu Ruko

Juli 24, 2008 · 1 Komentar

Hasil quick-count kota Malang sampai tadi malam menunjukkan bahwa calon incumbent dari PDIP Peni Suprapto Menang Telak (44,2%) dari pesaingnya, disusul Achmad Subhan dari PKS (20,61%), Hasannudin Latif dari Demokrat (18,79%), Aris dari Golkar (8,85%) dan Fathol dari PKB (7,47%).

Dengan kemenangan ini maka Peni akan tetap menjabat sebagai Walikota Malang. Meski saya bukan warga kota malang (saya masuk kabupaten Malang), hanya satu yang membuat saya cemas, selama ini kebijakan peni yang telah banyak merubah kawasan hijau menjadi kawasan real esat dan mall, serta membuat stadion gajayana menjadi Malang Olympic Garden dengan menggusur pedangan tradisional.

Akibat pembangunan-pembangunan ruko yang diluar kendali ini, ruas-ruas jalan utama kota malang banyak yang banjir ketika hujan sedikit saja, sebut saja jalan Sukarno-Hatta, Sumbersari, Veteran, Letjen Sutoyo, Sunan Kalijogo (belakang UIN), dan masih banyak lagi.

Pertanyaannya adalah apakah malang akan menjadi kota seribu ruko?
Hanya waktu yang bisa menjawab…

Goobye Makobu (Malang Kota Bunga) !

Welcome Makoru (Malang Kota Ruko) !

→ 1 CommentKategori: Malang · kegiatan · pilkada

Quick Count: Pilihan Walikota Malang [Versi PKS]

Juli 24, 2008 · & Komentar

Inilah hasil Quick Count yang saya peroleh dari admin quick count tim sukses PKS pada Pilwali Kota Malang, sampai tadi Malam [23/07/2008].

Dari ,Surat Suara Sah yang Masuk 92,7% hasilnya:

1.AMAN [Aris-Mohan: Golkar-PAN]: 8,85%
2.FAIS [Fathul – Subur: PKB] : 7,47%
3.IYO [Peni-Bambang: PDIP- Incumbment] : 44,2%
4.HATI [Hasanudin – Arif: PD] : 18,79%
5.SINAR [Subchan – Aris: PKS] : 20,61%

*****

→ 2 CommentsKategori: info-saja · kegiatan · pilkada

Halalkah Bekicot?

Juli 15, 2008 · & Komentar

Assalamualaikum wr wb

Ustadzyangdi rahmati Allah,

Saya mau tanya tentang halal/haramnya bekicot dan bagaiman penjelasannya.

Atas jawabannya saya ucapkan jazakAllah

Yuli Baca terus →

→ 7 CommentsKategori: akhlaq · copas aja · eramuslim · fikrah · tasqif · tausiyah

Makan di Standing Party

Juli 15, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mau tanya, gimana hukumnya makan di acara standing party yang sekarang banyak dilakukan saat resepsi pernikahan? Padahal di situ kan minim tempat duduk. Gimana?

Ning Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: akhlaq · copas aja · eramuslim · fikrah · tasqif · tausiyah

Lapangan Ijtihad

Juli 15, 2008 · Comments Off

Assalamu’alaikum ustadz,

Dalam lapangan ijtihad dikatakan bahwa obyek ijtihad itu adalah ayat-ayat Qur’an dan Hadits yang bersifat zhanni (samar). Apakah ayat-ayat Al-Qur’an ada yang tidak qath’i atau masih tergolong zhanni? Mohon penjelasannya, jazakumullah.

Wassalamu’alaikum,
M. Dimyati Baca terus →

Comments OffKategori: artikel · copas aja · eramuslim · fikrah · harakah · tasqif · tausiyah · tazkiyah

Bisakah Kita Satukan Perbedaan Umat Lewat Khilafah?

Juli 15, 2008 · Comments Off

Assalamualaikum

Pak ustadz saya memahami mengenai segala jenis perbedaan dalam tubuh umat Islam dan saya sendiri tidak saklek dalam hal perbedaan ini. Contohnya walau saya tidak tahlilan tapi jika ada tetangga dekat mengundang saya akan hadir walau hanya sekadar duduk-duduk saja. Dan tetangga saya pun tidak begitu mempermasalahkan.

Hanya yang jadi pemikiran saya yaitu apakah ini (perbedaan-perbedaan dalam agama) yang dikehendaki Rasul SAW?

Apakah Rasul akan senang jika melihat kondisi umatnya sekarang yang selalu ribut karena perbedaan-perbedaan itu? Karena secara Sunnatullah perbedaan pasti membawa pada pertentangan.

Kecil sekali prosentase ummat di mana perbedaan menjadi berkah. Lihat Indonesia, walau sudah 50 tahun lebih slogan Bhineka Tunggal Ika dikumandangkan tetap saja tawuran dan kerusuhan terjadi.

Apakah ada cara untuk menyatukan perbedaan-perbedaan itu misalnya dengan KeKhalifahan?

Terima kasih ya Ustadz. Mohon maaf jika saya terdengar lancang.

Jazakumullah.

Abdul Hakim Sanjaya
aa5773@gmail.com
Baca terus →

Comments OffKategori: copas aja · harakah · tasqif · tausiyah · tazkiyah