PKS Lawang

PKS Sesalkan Anand Krishna

April 26, 2008 · & Komentar

DENPASAR – Tulisan kolom Anand Krishna di Radar Bali edisi Senin, 21 April 2008, berjudul Pilgub Bali mengundang reaksi dari pengurus DPW PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Bali. Semalam Ketua DPW PKS Bali, Heri Sukarmeini bersama Edi Sudarna, ketua bidang politik, hukum dan keamanan DPW PKS Bali, mendatangi kantor Radar Bali.

Intinya Heri selaku pengurus PKS mendapat desakan dari konstituennya menyusul munculnya tulisan Anand Krishna yang dinilainya menyudutkan PKS. “Tulisan Pak Anand Krishna membuat konstituen kami gusar,” sesal Heri. Pasalnya di tulisan itu Anand Krishna mendorong warga untuk mewaspadai PKS.

Heri juga mengaku kecewa karena di tulisan itu PKS dituding memiliki agenda Islamisasi di negeri yang plural ini. Tudingan itu menurutnya, berlebihan dan telah menciderai kader-kader PKS.

Diungkapkan Heri, tidak ada landasan teori maupun buku yang digunakan sebagai rujukan pendapat Anand. Pihaknya menyesalkan Anand telah menempatkan diri sebagai wasit dengan opini-opininya dalam pentas politik yang justru menimbulkan rasa curiga, permusuhan dan perpecahan di kalangan komponen bangsa ini. “Tulisan Pak Anand it sangat jauh dari fakta tentang PKS, yang selama ini ada. Bahkan bertentangan dengan opini publik saat ini yang disampaikan oleh para tokoh politik di Indonesia,” sesal Heri.

Dijelaskan, bahwa kehidupan bangsa Indonesia, sejak dulu sudah berada di atas keragaman budaya, suku dan agama. Beberapa kali ujian muncul, termasuk yang ingin memecah belah NKRI. Namun bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kesatuan dan persatuannya.(rid)

Kategori: berita dr suadara · info-saja

11 tanggapan so far ↓

  • Padmundana // Mei 2, 2008 pada 3:57 am | Balas

    Selamat siang.
    Bagaimana dengan link di bawah ini.
    http://www.youtube.com/watch?v=PKSY0dFeH40
    Terimakasih

  • pertiwi // Mei 2, 2008 pada 9:37 am | Balas

    Saat ini bangsa kita memang sedang dalam ancaman disintegrasi sejak, dimulainya perda syariat yang seakan mengabaikaqn kepentingan golongan lain yg tidak seagamanya. FPI yang dibiarkan berkeliaran merusak substansi bangsa dan mengangkat organisasinya sebagai wakil Tuhan dan sibuk menghakimi akhlak org2 lain. Tidak adanya kebebasan dan keamanan untuk menjamin pemeluk agama beribadah sesuai kepercayaannya. lihat kasus ahmadiyah yg dilarang oleh pemerintah, sdgkan FPI organisasi anarkis dibiarkan merajalela. Sungguh mengerikan. Apa yg dikatakan dan ditulis oleh Bpk Anand Krishna adalah Fakta yg coba kita pungkirin. Kita lihat ketua MPR kita yg terhormat sekaligus ketua PKS yang mengatakan Tuhannya berbeda dg Tuhan agama lain. Beraninya dia menduakan Tuhan. apakah org seperti dia pantas menduduki posisi tertinggi sebagai wakil rakyat. renungkan?

  • hmcahyo // Mei 2, 2008 pada 9:47 am | Balas

    :) Sebelumnya terima kasih sampean mau berkomentar disini. tetapi ijinkan saya bertanya dulu. agama mbak apa?
    Kedua, pernyataan ketua MPR itu dimana? dalam kontek apa?
    Ketiga, tentang FPI? coba baca di blog saya :http://hmcahyo.wordpress.com judulnya ketika FPI dibutuhkan…
    kalo sudah dijawab saya akan teruskan… :)

  • ronald // Mei 8, 2008 pada 7:05 am | Balas

    Memangnya FPI dibutuhkan ya? kalau begitu kenapa tidak ada front pembela agama-agama yang lain?

  • hmcahyo // Mei 8, 2008 pada 7:11 am | Balas

    @ roland sampean dah baca belum? kalo sudah silahkan komen :)

  • Mohamed // Agustus 26, 2008 pada 5:27 am | Balas

    FPI = Front Penghina Islam, Ke Laut aja….alloh akbaaarrr, allah akbaaar, mosok kekerasan dengan teriak2x nama tuhan….

  • abdullah // Januari 23, 2009 pada 3:12 am | Balas

    “agama dengan kekerasan di bilang agama damai” cuman di iklan ama di sinitron doang

  • logik // Februari 3, 2009 pada 6:39 am | Balas

    Ada yang salah dengan Bpk. Anand Krishna? Selama ini tulisan2 beliau sangat mencerahkan. Coba, sebelum kebakaran jenggot kalian introspeksi dulu deh.
    PEACE. Damai selalu di Bali.

  • Laksito // Juni 9, 2009 pada 4:48 am | Balas

    Assalaamu ‘alaykum w rohmatuLLOOHi w barokaatuhu …. Tanggapan-tanggapan d atas bukan omong kosong belaka. (Walau ada bbrpa yg terasa blebihan mengekspresikan pndapat melalui tulisan ). Kita, umat Muslim, seyogyanya bermuhasabah, merenungi diri, bercermin dg sungguh-sungguh dlm keadaan ruh tenang, hati bening, pikiran jernih, bukan dlm keadaan marah, emosional, tergesa-gesa ( dg menggunakan seluruh potensi yg dianugerahi-Nya kpd kita, terutama akal, logika, serta perasaan sbg seorang manusia ciptaan-Nya, tidak hanya dg teks, tulisan, & ilmu-ilmu pengetahuan yg diturunkan kpd kita sejak masa lalu) drpd menyangkal & menyangkal. Mari koreksi diri sndri sblum menyalahkan saudara kita yg lain yg berbeda haluan, pandangan, kpercayaan & keyakinan. Mengapa org bukan Islam mbuat tulisan sprti itu? Mengapa org bukan Islam menilai kita berkesan mbahayakan? Saya pikir, tiada asap klau tidak ada api. Yuk, Umat Muslim, lebih baik kita pikirkan, rencanakan, kemudian laksanakan apa yg bisa kita berikan untuk lingkungan hidup dunia kita ini, apa yg dapat kita sumbangkan bg saudarasaudara kita yg lain d sana (tanpa diskriminasi SARA ) yg nasibnya lebih sukar drpd kita d sini agar kehidupannya lebih mudah, & yg lain semacam itu. Mari mjd Rohmatan li Al-’Aalamiin …. WALLOOHu a’lam b AshShowaab …. Salam Sejahtera bg Anda, bg kita semua …. Om , Shanti , Shanti , Shanti , O0m ….

  • andri // Juni 10, 2009 pada 12:29 pm | Balas

    Alhamdulillah, saya kok sependapat sama pak Laksito. Meskipun saya juga sempat emosi membaca komen2 yang memang menyudutkan.

    Saat ini banyak kata2 yang diplintir-plintir. Seolah mencerahkan tapi sebenarnya benar2 menjauhkan.

    Soal FPI, saya kok malah cenderung untuk mendukung keberadaan mereka. Tempat2 maksiat dengan sah dan dilindungi hukum positif berdiri tegak di negeri ini. Dari aktifitas kelamin, aktifitas narkoba, aktifitas alkohol bahkan aktifitas babi, masih banyak dan semakin subur. Dan salah satu pemberantasnya ya memang FPI.

    Kalo saya pribadi, mungkin masih bisa membentengi diri dari aktifitas kelamin tanpa nikah, alkohol, narkoba, babi dsb, tapi bagaimana generasi saya nanti…

  • Suharly // Agustus 13, 2009 pada 4:35 am | Balas

    Saya islam 1000%, tapi islam saya bukan islam organisasi,isalam Partai,islam politik,islam aliran,islam ideologia atau apapun nama nya ( mudah mudahan kita tidak terkondisi dengan aliran kita sehingga melihat benar-salah seseorang berdasarkan “apa yang kita pahami” dan itu sangat relatif) sangat setuju sekali dengan pernyataan Anand Krishna, Sebab beliau Bukan orang Partai,Ormas,Aliran,Atau apapun Namanya.soal FPI saya tidak setuju dengan adanya FPI. islam bukan partai,islam bukan organisasi,islam bukan Kekerasan.Sekali kali PKS berkunjunglah ke Tempat Anand Krishna Tampa Prasangka Buku.

Tinggalkan sebuah Komentar