<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PKS Lawang</title>
	<atom:link href="http://pkslawang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pkslawang.wordpress.com</link>
	<description>Selamat Datang di Blog DPC PKS Lawang Malang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2009 00:19:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pkslawang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a74ceb5a66d5cec81fa6206687eba29c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PKS Lawang</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mohon Bantuan Doa dan Dukungan Dana Jika Berkenan</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2009/05/15/mohon-bantuan-doa-dan-dukungan-dana-jika-berkenan/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2009/05/15/mohon-bantuan-doa-dan-dukungan-dana-jika-berkenan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 00:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/2009/05/15/mohon-bantuan-doa-dan-dukungan-dana-jika-berkenan/</guid>
		<description><![CDATA[Mohon Bantuan Doa dan Dukungan Dana Jika Berkenan
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji hanya bagi Allah SWT rabb semesta alam, pemilik segala kemulian. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, keluarga, shahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Ikhwah fillah rahimakumullah, saya menulis email ini mewakili teman-teman di DPC PKS Lawang Kab. Malang Jawa Timur.
Atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=121&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mohon Bantuan Doa dan Dukungan Dana Jika Berkenan</p>
<p>Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>
<p>Segala puji hanya bagi Allah SWT rabb semesta alam, pemilik segala kemulian. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, keluarga, shahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.</p>
<p>Ikhwah fillah rahimakumullah, saya menulis email ini mewakili teman-teman di DPC PKS Lawang Kab. Malang Jawa Timur.</p>
<p>Atas pertimbangan dan hasil syuro yang kami lakukan beberapa waktu yang lalu, maka kami memutuskan untuk melakukan “penggalangan dana ta’awun” bagi musibah yang menimpa keluarga Al Akh Hariyadi – sekretaris DPC PKS Lawang Kab Malang. Agar lebih jelasnya akan saya jelaskan kronologisnya.</p>
<p>Pada hari Kamis 30 April 2009, Akh Hariyadi bersama istrinya yang hamil 8 bulan beserta anaknya yang berumur 2 tahun bersilaturahim pada keluarga istri di kota Panjen Kab Malang. Di rumah saudara sang istri inilah, musibah itu terjadi. </p>
<p>Saat itu sang istri – al Ukh Triana – memandikan Fatiyah anaknya, ketika keluar dari kamar mandi dia terpeleset jatuh. Setelah dilakukan pertolongan ala kadarnya, mereka memutuskan untuk pulang ke Lawang. Sesampainya di Lawang, pergelangan kaki kanan yang terjatuh tadi membengkak dan sehingga membuat sang istri kesakitan. Tetapi sakit yang makin parah tersebut tidak segera dibawa ke dokter karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan. </p>
<p>Sekedar informasi, akh Hariyadi terkena PHK ditempat kerjanya pada awal 2009 kemarin, dan pekerjaan sehari-harinya adalah serabutan, sedangkan istrinya bekerja sebagai guru honorer di sebuah SD dan TK. </p>
<p>Keesokan harinya istri Al Akh Munir bertemu dengan kakak Akh Hariyadi di pasar dan mengabarkan kondisi al ukh Triana. Pada saat itu juga ada Al Akh Munir dan istrinya serta mengajak akh Syaiful berkunjung ke rumahnya, setelah dilihat ternyata sakitnya semakin parah. Segara mereka membawanya ke Puskesmas Lawang, tetapi karena tidak bisa mengatasi akhirnya di rujuk ke UGD RS Syaiful Anwar di Malang hari itu juga.</p>
<p>Setelah didiagonis, ternyata tulang pergelangan kaki al ukh Triana patah sebanyak 3 tempat. Dokter menyarankan agar dilakukan operasi. Tetapi karena kondisi kehamilan yang sudah mendekati saat-saat kelahiran maka dokter menyarankan untuk melakukan operasi paska kelahiran. </p>
<p>Permasalahannya adalah karena kondisi kakinya yang patah maka tidak memungkinkan untuk melakukan kelahiran secara normal, maka dokter memutuskan untuk melakukan operasi sesar bagi kelahiran anak akh Hariyadi yang kedua.</p>
<p>Hari ini, Jumat, 15 Mei 2009 insyaAllah akan dilakukan operasi sesar, setelah kondisi pemulihan maka akan dilakukan operasi penyambungan tulang kakinya.</p>
<p>Sebenarnya al akh Hariyadi sangat berat menerima musibah itu, terutama terkait dengan biaya pengobatan yang harus ditanggungnya. Alhamdulillah, dengan bantuan teman-teman maka biaya pengobatan itu mendapatkan keringan melalui Jamkesmas (jaminan kesahatan masyarakat)</p>
<p>Kami berusaha untuk melakukan kordinasi dengan struktur dan ikhwah yang lain untuk membantu biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan selain biaya pengobatan. Karena selain biaya pengobatan al akh Hariayadi harus menitipkan anak pertamanya di rumah sang kakak, dan juga biaya hidup selama menjaga istrinya di rumah sakit, karena praktis dia tidak bisa bekerja lagi.</p>
<p>Memang sudah ada beberapa bantuan untuk menutupi hal itu, tetapi mengingat kondisi sakit istrinya dan kelak setelah melahirkan istrinya belum bisa ditinggalkan sepenuhnya untuk bekerja maka kami – pengurus DPC PKS Lawang Kab Malang berusaha mengajak ikhwah sekalian yang kelebihan rezki untuk bisa membantu al akh Hariyadi.</p>
<p>Jika ikhwan/akhwat sekalian ingin mengetahui kondisi istri akh Hariyadi, saat ini sedang di rawat di RS Syaiful Anwar Malang Ruang 18.</p>
<p>Bagi yang ingin membantu beliau bisa menghubungi</p>
<p>- Al Akh Budi Setia Darma – Ketua DPC PKS Lawang Telp: 0341-9452555 (Flexi)<br />
- Al Akh Syaifulullah – HP: 08123104532 (Simpati)<br />
- al Akh Munir – 0341 7680367 (Flexi)<br />
- Saya, Heri – HP: 085749674757 (IM3)</p>
<p>Demikian informasi ini saya tuliskan, dan jika berkenan menyebarkan ke ikhwah yang lain.</p>
<p>Terimakasih atas perhatiannya.. </p>
<p>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
Posted in Tidak terkategori  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=121&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2009/05/15/mohon-bantuan-doa-dan-dukungan-dana-jika-berkenan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hasil quick Count Pemilu 2009</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2009/04/09/hasil-quick-count-pemilu-2009/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2009/04/09/hasil-quick-count-pemilu-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 09:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Dari LP3 ES Okezone.com 10/04/2009 jam 07.45

dari detik.com seperti ini

Posted in Tidak terkategori       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=113&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari LP3 ES Okezone.com 10/04/2009 jam 07.45</p>
<p><img src="http://pkslawang.files.wordpress.com/2009/04/quick.jpg?w=500&#038;h=375" alt="quick" title="quick" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-117" /></p>
<p>dari detik.com seperti ini</p>
<p><img src="http://pkslawang.files.wordpress.com/2009/04/quick2.jpg?w=499&#038;h=258" alt="quick2" title="quick2" width="499" height="258" class="aligncenter size-full wp-image-118" /></p>
Posted in Tidak terkategori  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=113&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2009/04/09/hasil-quick-count-pemilu-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pkslawang.files.wordpress.com/2009/04/quick.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">quick</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pkslawang.files.wordpress.com/2009/04/quick2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">quick2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Partai Politik dan Perdebatan</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2009/01/29/partai-politik-dan-perdebatan/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2009/01/29/partai-politik-dan-perdebatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 03:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[awalan]]></category>
		<category><![CDATA[berita dr suadara]]></category>
		<category><![CDATA[copas aja]]></category>
		<category><![CDATA[copas-situs]]></category>
		<category><![CDATA[fikrah]]></category>
		<category><![CDATA[harakah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 31 Desember 2008 08:01
Pertanyaan
Assalamu&#8217;alaikum
Bapak Al-ustadz Ahmad Sarwat semoga anda tetap istiqomah dalam da&#8217;wah.
Saya seorang yang cukup aktif di Parpol (PKS), pada suatu waktu ana bertemu sahabat yang kebetulan ikut pengajian salafi, maka ketika kami berbincang-berbincang tentang parpol, dia mengatakan bahwa parpol itu bid&#8217;ah, dan Islam dilarang berkelompok-berkelompok, maka terjadi waktu itu debat yang cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=111&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Rabu, 31 Desember 2008 08:01</p>
<p>Pertanyaan</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum</p>
<p>Bapak Al-ustadz Ahmad Sarwat semoga anda tetap istiqomah dalam da&#8217;wah.</p>
<p>Saya seorang yang cukup aktif di Parpol (PKS), pada suatu waktu ana bertemu sahabat yang kebetulan ikut pengajian salafi, maka ketika kami berbincang-berbincang tentang parpol, dia mengatakan bahwa parpol itu bid&#8217;ah, dan Islam dilarang berkelompok-berkelompok, maka terjadi waktu itu debat yang cukup hebat, sahabat saya menyampaikan hadist-hadist atau dalil-dalil yang melarang berpalpol, Al-ustadz yang dimuliakan Allah ana mau tanya:</p>
<p>   1. Bolehkan kita berparpol dalam Islam, tolong cantumkan hadist yang menguatkannya atau sebaliknya.<br />
   2. Bagaimana kah sebaiknya kita menyikapi agar tidak terjadi perdebatan sesama saudara.<br />
      demikian saja saya harap saya mendapat pencerahan dari Allah Amin.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Hamba Allah</p>
<p>Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Apakah parpol itu bid&#8217;ah?</p>
<p>Istilah bid&#8217;ah sebenarnya istilah dalam masalah ubudiyah ritual. Misalnya dalam masalah ibadah shalat atau manasik haji, bila ada yang menjalankannya di luar apa yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, maka barulah disebut dengan bid&#8217;ah.</p>
<p>Sebab dahulu beliau SAW telah wanti-wanti kepada kita dengan sabdanya:</p>
<p>Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.</p>
<p>Ambillah dariku manasik haji untuk kalian</p>
<p>Adapun masalah di luar urusan ubudiyah, sebenarnya tidak berlaku istilah bid&#8217;ah. Sebab semua masalah terus mengalami perkembangan. Waktu demi waktu terus berlalu. Fenomena perubabahan dunia ini tidak mungkin dipungkiri.</p>
<p>Kalau dahulu nabi SAW berperang pakai pedang, tombak dan panah, tentu bukan bid&#8217;ah kalau sekarang ini kita perang pakai meriam, peluru kendalidan tank. Mengapa bukan bid&#8217;ah?</p>
<p>Karena teknik perang bukan urusan ritual peribadatan. Sehingga tidak mengapa kalau mengalami perubahan teknik dan cara.</p>
<p>Demikian juga dengan metode dakwah. Dahulu Rasulullah SAW telah memulai dakwah dengan berbagai macam cara, dari yang paling tradisional yaitu ceramah, sampai yang paling politis, seperti berkirim surat kepada para penguasa dunia.</p>
<p>Kesimpulannya, dalam masalah teknis berdakwah, pada hakikatnya tidak pernah dikenal istilah bid&#8217;ah. Sebab bid&#8217;ah itu adalah istilah khusus untuk masalah ritual.</p>
<p>Apakah parpol itu membuat umat Islam berkelompok-berkelompok?</p>
<p>Bahwa parpol itu bisa membuat umat Islam berkelompok, berpecah dan bermusuhan, sifatnya sangat relatif. Namun kami tidak menafikan hal itu bisa terjadi.</p>
<p>Apalagi mengingat bahwa partai umat Islam itu tidak hanya satu, tetapi berbilang jumlahnya. Dan bahwa antara satu partai dengan partai lainnya terkadang tidak kompak, saling ejek, saling sindir dan saling meremehkan, memang sulit ditampik kenyataannya.</p>
<p>Apalagi kalau kita sudah bicara sampai ke tingkat akar rumput, barangkali sudah sampai ke adu jotos dan saling tikam. Padahal yang diributkan hanyalah pepesan kosong yang tidak ada artinya.</p>
<p>Dalam banyak hal, kenyataan pahit ini memang sering kita rasakan. Seandainya partai-partai Islam itu bisa bersatu, tentu akan didapat kekuatan yang besar. Tapi entah apa penyakitnya, bersatunya partai-partai Islam itu sepertinya lebih merupakan mimpiketimbang kenyataan.</p>
<p>Maka dalam hal ini, kita tinggal mengukur saja sisi baik dan sisi buruknya. Bila muncul banyaknya partai-partai Islam itu secara umum merugikan posisi umat, tentu sebaiknya mereka bersatu saja. Dan usaha untuk menyatukan partai-partai Islam itu tentu sebuah amal yang paling mulia.</p>
<p>Namun bila tingkat kerugiannya belum terlalu parah, bahkan malah ada banyak manfaat yang bisa diambil, seperti terjadinya kompetisi yang sehat, atau pengalaman kerja untuk masing-masing aktifisnya, serta manfaat-manfaat lainnya yang selama ini belum terpikirkan, maka tidak mengapa munculnya banyak partai.</p>
<p>Selama mereka bisa tetap saling menjaga adab-adabnya, tidak saling caci, ejek, pulul dan hantam sesama muslim.</p>
<p>Selain itu biasanya memang sulit untuk tiba-tiba menyatukan aspirasi umat Islam. Seringkali bila ada pihak yang tidak puas atas kebijakan atasannya, bisa saja kelompok itu keluar dan membuat partai baru.</p>
<p>Dahulu umat Islam di Indonesia pernah mengalami bulan madu. Semua partai bersatu di bawah payung Masyumi. Sayangnya, kemesraan itu terlalu cepat berlalu. Masing-masing kembali berjalan sendiri-sendiri.</p>
<p>Di masa orde baru, kembali lagi bersatu di bahwa payung PPP lantaran ada tekanan. Namun begitu era reformasi datang, tiba-tiba barisannya bubar. Masing-masing elemen umat Islam kembali asyik dengan proyek partainya masing-masing. Salah satunyasebagian dari elemen pemuda Islam yang kemudian mendirikan Partai Keadilan (PK). Karena kurang dukungan dan terkena electoral trashhold</p>
<p>Tentu kita tidak boleh meremehkan alasan masing-masing partai, kenapa berdiri sendiri-sendiri dan tidak bersatu di bawah satu payung saja.</p>
<p>Nampaknya memang demikian suratan takdir umat Islam, harus berjalan sendiri-sendiri dengan masing-masing proyeknya.</p>
<p>Lalu apakah fenomena ini harus kita kutuk karena kita anggap sebagai representasi dari perpecahan dan hidup berkelompok-kelompok? Rasanya tidak adil juga. Sebab kalau kita hitung-hitung, tanpa harus ada partai pun, sebenarnya umat Islam selama ini juga sudah punya begitu banyak kelompok. Bukankah kita punya NU, Muhammadiyah, Persis, DDII, Al-Washliyah, Al-Irsyad dan seterusnya.</p>
<p>Apakah ormas-ormas itu pun mau kita katakan sebagai bentuk perpecahan? Atau mau kita bilang sebagai bid&#8217;ah? Rasanya terlalu terburu-buru.</p>
<p>Sebab di kalangan pengikut manhaj salafi di negeri kitapun harus diakui adanya faksi-faksi yang saling bertentangan, bahkan saling bermusuhan. Jumlahnya bukan hanya dua dan tiga, tapi banyak sekali. Semuanya mengaku sebagai kelompok yang paling benar dan paling salaf, sambil menuding saudaranya sebagai pengkhianat, ahli bid&#8217;ahdan dicap telah sesat. Bukankah ini juga perpecahan dan berkelompok-kelompok?</p>
<p>Karena itu sebaiknya kita jangan dulu terlalu mudah memvonis saudara kita sebagai ahli bid&#8217;ah. Juga jangan dulu meratapi nasib dan mengutuk adanya fenomena multi ormas dan multi partai. Sebab di balik semua ini, mungkin saja Allah SWT ingin memberi pelajaran berharga.</p>
<p>Yang penting, kita upayakan agar partai-partai Islam itu bisa saling berdamai. Kalau bisa sih saling bersinergi satu dengan yang lain. Syukur kalau bisa melakukan fusi. Itu kalau bisa. Kalau tidak bisa, yang penting saling rukun saja.</p>
<p>Sebab kita tidak boleh menafikan apa yang sudah mereka upayakan. Dengan berhusnuzzhan kepada sesama muslim, kita anggap mereka sedang berjuang, namun dengan jalan masing-masing.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<span id="more-111"></span></p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc<br />
http://warnaislam.com/syariah/daulah/2008/12/31/28860/Partai_Politik_dan_Perdebatan.htm</p>
Posted in akhlaq, artikel, awalan, berita dr suadara, copas aja, copas-situs, fikrah, harakah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=111&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2009/01/29/partai-politik-dan-perdebatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halaqah Kok Kampanye?</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2009/01/29/halaqah-kok-kampanye/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2009/01/29/halaqah-kok-kampanye/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 03:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[awalan]]></category>
		<category><![CDATA[copas-situs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 30 Desember 2008 12:09
Pertanyaan
Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh
 Ustadz, gimana kalau ada keinginan untuk pindah ke halaqah salaf, karena kalau dengar dari radio mereka, ternyata kedalaman ilmu para ustadz nya bagus sekali, berbeda sekali dengan halaqah saya yang sekarang ini, energi terkuras untuk kampanye.
 Wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh
titi
Jawaban
Assalamu &#8216;alaikum warhmatulalhi wabarakatuh,
Saya sangat yakin statemen yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=109&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selasa, 30 Desember 2008 12:09</p>
<p>Pertanyaan</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p> Ustadz, gimana kalau ada keinginan untuk pindah ke halaqah salaf, karena kalau dengar dari radio mereka, ternyata kedalaman ilmu para ustadz nya bagus sekali, berbeda sekali dengan halaqah saya yang sekarang ini, energi terkuras untuk kampanye.</p>
<p> Wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh<span id="more-109"></span></p>
<p>titi</p>
<p>Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warhmatulalhi wabarakatuh,</p>
<p>Saya sangat yakin statemen yang antum sampaikan dalam pertanyaan ini berangkat dari rasa haus untuk belajar Agama Islam. Memang ada banyak pilihan untuk itu, salah satunya ikut halaqah seperti yang antum ceritakan.</p>
<p>Saya sangat mengerti kekecewaan antum saat ini, karena apa yang antum harapkan untuk dapat belajar ilmu syariah ternyata tidak terpenuhi. Alih-alih buka kitab, halaqah yang antum ikuti hanya membicarakan urusan politik dan politik saja. Bahkan kadang hanya berisi perintah-perintah untuk memenangkan kandidat dari partai tertentu.</p>
<p>Partai tertentu? Ya, terus terang sajalah, PKS gitu loh.</p>
<p>Terus mana ngajinya? Kok kampanye melulu? Sedikit-sedikit pilkada, sedikit-sedikit pemilu, sedikit-sedikit memenangkan calon kandidat.</p>
<p>Wah..wah.. Itu barangkali yang antum pertanyakan. Maunya belajar urusan syariah dan agama, kok ujung-ujungnya malah berpolitik sih?</p>
<p>Sebenarnya yang mengadu seperti antum bukan cuma satu orang, justru hampir setiap saat saya menerima pengaduan persis dan mirip dengan apa yang antum sampaikan. Antum adalah orang yang ke-1.000 yang mengeluh seperti ini ke Saya.</p>
<p>Walau pun tindakan selanjutnya bisa beda-beda. Ada yang tetap meneruskan ikut halaqah, tapi bersikap kritis. Sampai-sampai dicap sebagai ceriwis, tukang kritik dan nyebelin oleh Sang Murobi.</p>
<p>Ada lagi yang malas hadir di halaqahnya. Datang pengajian kalau pikiran lagi terang saja. Tapi kalau lagi jutek, ya sudah tidak usah datang saja. Nonton TV di rumah atau sekalian jalan-jalan ke Mal.</p>
<p>Yang lain juga malas-malasan datang ke halaqahnya, tapi masih agak sedikit lebih sopan, yaitu cari-cari alasan yang &#8216;agak syar&#8217;i', misalnya menunggu orang tua yang sakit, atau pura-pura sakit, padahal cuma jempolnya cantengan. Sama sekali tidak ada.</p>
<p>Yang lebih ekstrem memang banyak juga, yaitu berhenti atau keluar dari halaqah. Dan model begini juga macam-macam judulnya. Ada yang berhenti dari halaqah terus balik lagi jadi seperti sebelumnya. Pergaulannya, akhlaqnya, cara pandangannya, serta kepribadiannya, jadi agak jauh dari apa yang sering digambarkan sebagai aktifis. Sekedar untuk tidak menggunakan istilah jahiliyah.</p>
<p>Tapi yang loncat ke harakah atau jamaah lain juga tidak sedikit. Sebagian memang ada yang pindah ke aktifitas dakwah lain, misalnya majelis dzikir, atau tasawuf, bahkan juga ke jamaah tabligh. Dan salah satunya ya seperti antum itu, pindah ke salafi.</p>
<p>Ada beberapa alasan yang paling sering dikemukakan tentang pindah ke salafi ini. Salah satunya memang persis seperti yang antum ceritakan, yaitu ada kesan bahwa di Salafi itu ustadz-ustadznya sangat paham agama. Bicaranya tidak pernah keluar dari Quran dan Sunnah. </p>
<p>Buat beberapa kalangan, tawaran seperti ini cukup menarik memang. Walau pun juga bukan tanpa kritik. Yah, mana ada sih jamaah atau pengajian yang sempurna. Kalau mau dicari-cari, pasti semua ada kekurangannya. Istilah para pujangga, tiada gading yang tak retak.</p>
<p>Teman-teman yang tergabung dengan salafi ini memang cukup banyak diminati, terutama oleh orang-orang yang mengalami kasus mirip antum. Beberapa masjid di Jakarta yang saya tahu persis dulunya dibina dan diaktifkan oleh para kader dakwah, kini lebih sering menggelar pengajian yang nara sumbernya dari kalangan salafi.</p>
<p>Lalu apa yang salah dari salafi? Bolehkah kita ikut salafi?</p>
<p>Mungkin itu yang antum ingin tanyakan secara lebih tajamnya. Jawabnya ya pada hakikatnya kita tidak bisa membuat penilaian yang sifatnya hitam putih. Apalagi saya tahu persis bahwa teman-teman yang mengaku salafi itu ternyata terdiri dari berbagai kelompok juga, yang mana satu sama lain ternyata saling berbeda pandangan juga.</p>
<p>Mending kalau perbedaan itu hanya sebatas kulit, kadang perbedaan dan friksi di tengah teman-teman saya sendiri itu sampai pada wilayah -yang menurut mereka-  termasuk wilayah aqidah dan urusan surga dan neraka. Bahkan tidak jarang saya dengar pula kalimat dan statement yang kurang enak didengar, entah melaknat, mencaci, memaki dan mentahdzir dengan sesama salafi juga.</p>
<p>Jadi ikut mengaji ke salafi memang agak rumit juga. Sebab jelas-jelas ada berbagai jenis salafi nih. Ada salafi A, salafi B, salafi C, salafi D dan bisa diteruskan sampai ZZZ. Ada salafi yang santun, baik dari segi bahasa dan sikap, tapi tidak jarang kita ketemu juga yang agak-agak gahar alias killer.</p>
<p>Ada salafi yang masih mau merujuk kepada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Biasanya teman-teman salafi yang pernah lulus dari Fakultas Syariah di LIPIA, agak lebih bisa menerima perbedaan pendapat. Tapi syaratnya, beliau lulus dari level Syariah, bukan sekedar I&#8217;dad Lughawi atau Takmili. Sebab Fakultas Syariah LIPIA itu kan jurusannya memang Muqaranatul Madzahib (Perbandingan Mazhab).</p>
<p>Sedangkan yang cuma lulus di Takmili atau hanya level I&#8217;dad Lughawi, memang tidak pernah belajar jurus-jurus perbedaan pendapat di kalangan ulama. Kalau terkesan suka menggurui dan memaksakan pendapatnya, wajar lah. Soalnya ilmu memang baru sampai disitu. Kuliah di LIPIA judulnya cuma mau belajar bahasa Arabnya, bukan belajar perbandingan madzhabnya.</p>
<p>Yang agak galakan dikit kalau keluaran langsung dari Yaman. Semisal murid-muridnya Syeikh Muqbil dan teman-temannya. Atau lulusan Madinah murid-muridnya Syeikh Dr. Rabi&#8217; Al-Madkhali. Sebenarnya kalau kita teliti teman-teman salafi di Indonesia, yang mengaji langsung kesana tidak terlalu banyak. Yang banyak itu cuma murid dari murid alias cucu murid. Sebab Dr. Rabi&#8217; Al-Madkhali sudah tidak lagi mengajar di Jamiah Islamiyah Madinah. </p>
<p>Pesan-pesan</p>
<p>Sebenarnya di Indonesia ini tidak sedikit kok orang yang memiliki ilmu agama yang tinggi. Kita punya banyak doktor ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqih dan bahkan kita juga punya kandidat doktor ahli Ushul Fiqh.</p>
<p>Dan bukan hanya dimiliki oleh kalangan salafi saja. Malah kalau saya amati, teman-teman di kalangan salafi itu belum terlalu banyak yang sudah sampai jadi doktor syariah.</p>
<p>Pesan saya sederahana saja. Kalau kita mau jadi jagoan bulu tangkis, wajar dong kalau kita belajar dari seorang Rudi Hartono, mantan juara All England 8 kali.  Kalau kita mau jadi orang pandai dalam tata rambut, wajar juga kalau belajarnya kepada seorang Rudi Hadisuwarno, yang punya pengalaman. Dan kalau mau jadi ahli masak, nggak salah kalau belajarnya sama Rudi Chairudin yang wajahnya imut itu.</p>
<p>Maka saya sering katakan, bahkan kalau pun para murabbi di halaqah itu tidak bicara politik sekalipun, tapi bicara islam, tetap saja saya tidak menyarankan antum hanya belajar ilmu-ilmu agama dari mereka. Sebab umumnya para murabbi itu memang tidak menguasai ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu fiqih, ilmu ushul fiqih dan seterusnya. Paling-paling materi dasar semacam Makna syahadatain, Makrifatullah dan sejenisnya. Materi yang bisa dibaca sendiri atau bisa beli bukunya.</p>
<p>Yang antum butuhkan adalah kuliah di sebuah institusi resmi, dimana disana diajarkan berbagai ilmu-ilmu keislaman secara terstruktur. Dan yang lebih penting, dosen atau ustadznya juga bukan orang sembarang. Setidaknya secara formal adalah lulusan dari fakultas yang sesuai dengan ilmu yang diajarkannya.</p>
<p>Seharusnya halaqah-halaqah itu hanya sebuah proses penyaringan calon mahasiswa. Lulus halaqah, baru deh masuk ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu kuliah Agama Islam, dimana disitulah belajar agama yang sebenarnya.</p>
<p>Jadi dalam pandangan saya, harusnya para kader itu harus lulus fakultas syariah. Setidaknya dari sisi level keilmuannya, tiap kader harus sudah mendapatkan minimal 144 SKS. Entah bagaimana caranya, itu bisa-bisanya para pengelola harakah.</p>
<p>Kalau saya pribadi, saya lebih suka menyelenggarakan kuliah syariah via internet. Selain murah, juga fleksible. Siapa saja boleh ikutan, dan yang menarik, tidak harus hadir kuliah. Semua bisa dilakukan lewat internet. Begini saja, silahkan saja klik link ini ( www.kampussyariah.com ) untuk penjelasan lebih detail.</p>
<p>Bagaimana dengan pengajian di salafi?</p>
<p>Ya sama saja. Kalau yang mengajar hadits disana adalah seorang doktor di bidang ilmu hadits, tidak ada salahnya belajar dari beliau. Demikian juga kalau yang mengajar ilmu fiqih itu adalah doktor Fiqih, silahkan saja.</p>
<p>Tapi kalau cuma sekedar memaksakan pendapat golongan, atau menjelek-jelekkan para ulama, serta menuduh umat Islam yang tidak ikut mengaji kepada mereka sebagai orang sesat, ahli bid&#8217;ah, calon penghuni neraka, ya sama juga bohong. Antum tidak akan mendapatkan tambahan ilmu, tapi cuma tambah banyak musuh.  Bukan tambah santun, tapi malah congkak, sombong, belagu dan kurang kerjaan.</p>
<p>Seharusnya seorang yang bertambah ilmunya itu semakin bijak, luas wawasan, jauh pandangan, tidak gampang suudzhan. Punya pemahaman yang tinggi atas realitas perbedaan dan khilaf di kalangan para ulama. Hatinya berisi semangat saling menghormati dan menghargai antar ulama, serta konsentrasi kepada kesatuan dan persatuan umat lewat kerukunan dan ukhuwah Islamiyah.</p>
<p>Seorang talibul ilmi seharusnya selalu ingin menjauhkan diri dari fanatisme buta, kultus individu, arogansi berpendapat, sikap saling cela, saling maki, saling ejek dan saling tuduh sesat antara sesama pendapat ulama.</p>
<p>Karena pada dasarnya seorang yang berilmu itu harus menjadi rahmat untuk semua elemen umat, bahkan untuk semua manusia. Bukan jadi biang keributan dan keresahan umat.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warhmatulalhi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc<br />
http://warnaislam.com/syariah/daulah/2008/12/30/43740/Halaqah_Kok_Kampanye.htm</p>
Posted in akhlaq, artikel, awalan, copas-situs  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=109&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2009/01/29/halaqah-kok-kampanye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malang Kota Seribu Ruko</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/24/malang-kota-seribu-ruko/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/24/malang-kota-seribu-ruko/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 04:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Hasil quick-count kota Malang sampai tadi malam menunjukkan bahwa calon incumbent dari PDIP Peni Suprapto Menang Telak (44,2%) dari pesaingnya, disusul Achmad Subhan dari PKS (20,61%), Hasannudin Latif  dari Demokrat (18,79%), Aris dari Golkar (8,85%) dan Fathol dari PKB (7,47%).
Dengan kemenangan ini maka Peni akan tetap menjabat sebagai Walikota Malang. Meski saya bukan warga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=101&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hasil quick-count kota Malang sampai tadi malam menunjukkan bahwa calon incumbent dari PDIP Peni Suprapto Menang Telak (44,2%) dari pesaingnya, disusul Achmad Subhan dari PKS (20,61%), Hasannudin Latif  dari Demokrat (18,79%), Aris dari Golkar (8,85%) dan Fathol dari PKB (7,47%).</p>
<p>Dengan kemenangan ini maka Peni akan tetap menjabat sebagai Walikota Malang. Meski saya bukan warga kota malang (saya masuk kabupaten Malang), hanya satu yang membuat saya cemas, selama ini kebijakan peni yang telah banyak merubah kawasan hijau menjadi kawasan real esat dan mall, serta membuat stadion gajayana menjadi Malang Olympic Garden dengan menggusur pedangan tradisional.</p>
<p>Akibat pembangunan-pembangunan ruko yang diluar kendali ini, ruas-ruas jalan utama kota malang banyak yang banjir ketika hujan sedikit saja, sebut saja jalan Sukarno-Hatta, Sumbersari, Veteran, Letjen Sutoyo, Sunan Kalijogo (belakang UIN), dan masih banyak lagi.</p>
<p>Pertanyaannya adalah apakah malang akan menjadi kota seribu ruko?<br />
Hanya waktu yang bisa menjawab&#8230;</p>
<p>Goobye Makobu (Malang Kota Bunga) !</p>
<p>Welcome Makoru (Malang Kota Ruko) !</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pkslawang.wordpress.com/101/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pkslawang.wordpress.com/101/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=101&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/24/malang-kota-seribu-ruko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quick Count: Pilihan Walikota Malang [Versi PKS]</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/24/quick-count-pilihan-walikota-malang-versi-pks/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/24/quick-count-pilihan-walikota-malang-versi-pks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 00:56:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[info-saja]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Inilah hasil Quick Count yang saya peroleh dari admin quick count tim sukses  PKS pada Pilwali Kota Malang, sampai tadi Malam [23/07/2008].
Dari ,Surat Suara Sah yang Masuk 92,7% hasilnya:
1.AMAN [Aris-Mohan: Golkar-PAN]: 8,85%
2.FAIS [Fathul – Subur: PKB] : 7,47%
3.IYO [Peni-Bambang: PDIP- Incumbment] : 44,2%
4.HATI [Hasanudin – Arif: PD] : 18,79%
5.SINAR [Subchan – Aris: PKS] : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=99&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Inilah hasil Quick Count yang saya peroleh dari admin quick count tim sukses  PKS pada Pilwali Kota Malang, sampai tadi Malam [23/07/2008].</p>
<p>Dari ,Surat Suara Sah yang Masuk 92,7% hasilnya:</p>
<p>1.AMAN [Aris-Mohan: Golkar-PAN]: 8,85%<br />
2.FAIS [Fathul – Subur: PKB] : 7,47%<br />
3.IYO [Peni-Bambang: PDIP- Incumbment] : 44,2%<br />
4.HATI [Hasanudin – Arif: PD] : 18,79%<br />
5.SINAR [Subchan – Aris: PKS] : 20,61%</p>
<p>*****</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pkslawang.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pkslawang.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=99&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/24/quick-count-pilihan-walikota-malang-versi-pks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halalkah Bekicot?</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/halalkah-bekicot/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/halalkah-bekicot/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 06:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[copas aja]]></category>
		<category><![CDATA[eramuslim]]></category>
		<category><![CDATA[fikrah]]></category>
		<category><![CDATA[tasqif]]></category>
		<category><![CDATA[tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum wr wb
Ustadzyangdi rahmati Allah, 
Saya mau tanya tentang halal/haramnya bekicot dan bagaiman penjelasannya.
Atas jawabannya saya ucapkan jazakAllah
Yuli
Jawaban
Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Di Perancis ada masakan yang kondang disebut escargot yang berbahan baku daging bekicot. Di Jepang pun bekicot juga digemari. Kedua negara itu banyak mengimpor daging bekicot.
Beberapa negara lain juga selalu mengimpor daging bekicot, seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=98&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamualaikum wr wb</p>
<p>Ustadzyangdi rahmati Allah, </p>
<p>Saya mau tanya tentang halal/haramnya bekicot dan bagaiman penjelasannya.</p>
<p>Atas jawabannya saya ucapkan jazakAllah</p>
<p>Yuli<span id="more-98"></span><br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </p>
<p>Di Perancis ada masakan yang kondang disebut escargot yang berbahan baku daging bekicot. Di Jepang pun bekicot juga digemari. Kedua negara itu banyak mengimpor daging bekicot.</p>
<p>Beberapa negara lain juga selalu mengimpor daging bekicot, seperti Hongkong, Belanda, Taiwan, Yunani, Belgia, Luxemburg, Kanada, Jerman dan Amerika Serikat.</p>
<p>Dan Indonesia termasuk salah satu negara eksportir bekicot. Tapi volume dan kontinuitasnya belum memenuhi kebutuhan pasar importir. Sehingga mengekspor bekicot memang sebuah peluang tersendiri yang bepotensi mendatangkan devisa.</p>
<p>Di daerah Kediri, banyak penduduk yang membudidayakan bekicot ini. Ada yang mengolah jadi keripik bekicot, sate bekicot, rempeyek bekicot, dan sebagainya.</p>
<p>Kandungan Gizi</p>
<p>Ada beberapa penelitian yang umumnya menyebutkan bahwa bekicot mengandung protein yang tinggi. Sedangkan cangkang bekicot kaya kalsium, dan dalam daging tersebut masih terdapat banyak asam-asam amino.</p>
<p>Sumber data lain menunjukkan, protein yang terkandung sekitar 12 gram per 100 gram dagingnya. Kandungan lain adalah lemak 1%, hidrat arang 2%, kalsium 237 mg, fospor 78 mg, Fe 1, 7 mg serta vitamin B komplek terutama vitamin B2.</p>
<p>Selain itu kandungan asam amino daging bekicot cukup menonjol. Dalam 100 gr daging bekicot kering antara lain terdiri atas leusin 4, 62 gr, lisin 4, 35 gr, arginin 4, 88 gr, asam aspartat 5, 98 gr, dan asam glutamat 8, 16 gr.</p>
<p>Temuan di Kediri, menurut mereka yang biasa makan daging bekicot, daging itu dapat menyembuhkan penyakit gatal-gatal, batuk, kudis dan sebagainya. Tidak jelas sumbernya, karena belum diteliti secara ilmiyah.</p>
<p>Hukum Bekicot</p>
<p>Lepas dari masalah kandungan gizi, khasiat atau pun peluang bisnis mengekspor bekicot, sebagai muslim kita harus berhadapan terlebih dahulu dengan hukum halal haram.</p>
<p>Apakah hukum bekicot itu? Halalkah atau haram? Bagaimana dalil yang terkait dengan masalah ini.</p>
<p>Jawabnya, ternyata terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama tentang hukum makan bekicot. Ada sebagian kalangan ulama yang tegas mengharamkannya. Namun setelah diteliti, ternyata ada sebagian lainnya yang berpedapat tidak cukup dalil untuk mengharamkannya.</p>
<p>Kenapa bisa begitu?</p>
<p>Penjelasannya, ternyata perbedaan pendapat ini dipicu dari tidak ditemukannya dalil yang tegas menyebutkan bahwa hewan yang namanya bekicot itu haram.</p>
<p>Seandainya ada ayat yang mengharamkan dengan menyebut nama bekicot sebagai hewan yang haram dimakan, tentu saja tidak akan terjadi perbedaan pendapat. Seperti ketika Allah SWT mengharamkan babi, yang secara tegas disebut di dalam Al-Quran.</p>
<p>Namun kita memang tidak menemukan kata &#8216;bekicot&#8217; baik di dalam Al-Quran maupun di dalam hadits nabawi. Walhasil, masalah ini menyisakan ruang buat para mujtahid untuk berbeda pendapat.</p>
<p>1. Pendapat Yang Mengharamkan</p>
<p>Sebagian ulama mengharamkan bekicot dengan dasar bahwa hewan itu menjijikkan. Dan secara umum memang setiap orang akan merasakan hal yang sama, yaitu perasaan jijik kalau melihat bekicot.</p>
<p>Coba saja seandainya di dalam rumah kita ada sepuluh bekicot nempel di dinding ruang tamu, pasti kesan jorok, kotor dan jijik langsung muncul. Perasaaan inilah yang kemudian dijadikan landasan untuk mengharamkan makan bekicot.</p>
<p>Pendapat ini dikuatkan oleh penjelasan dalam kitab &#8216;kuning&#8217;, yaitu Kitab Hayatu al-Hayawan al-Kubra juz 1 halaman 237:</p>
<p>(الْحَلَرُوْنَ)&#8230; (وَحُكْمُهُ) التَّحْرِيْمُ لاِسْتِخْبَاثِهِ. وَقَدْ الَّرافِعِى فِى السَّرَطَانِ اِنَّهُ يَحْرُمُ لِمَا فِيْهِ مِنَ الضَّرَرِ وَلاَنَّهُ دَاخِلٌ فِى عُمُوْمِ تَحْرِيْمِ الصَّدَفِ.</p>
<p>(bekicot) … (dan hukumnya) di haramkan karena menjijikkan. Ar Rafii sungguh telah berkata dalam masalah kepiting: Sesungguhnya bekicot itu haram karena di dalammnya terdapat kemudaratan, dan karena bekicot itu masuk dalam ke umuman dari keharaman rumah kerang. </p>
<p>Dengan menggunakan pendapat dari Ar-Rafi&#8217;i, kalangan Nahdliyyin di Jawa Timur dalam Bahtsul Masail tahun 1997 menetapkan keharaman bekicot.</p>
<p>2. Pendapat Yang Tidak Mengharamkan</p>
<p>Sementara kalangan ulama yang tidak mengharamkan bekicot berangkat dari kaidah fiqih, bahwa segala sesuatu termasuk makanan, punya hukum asal, yaitu halal.</p>
<p>Dan kedudukan hukum halal ini tidak bisa berubah kecuali bila telah datang dalil yang tegas untuk mengharamkannya. Dalil itu bisa saja berupa ayat Quran ataupun hadits nabawi yang menyebutkan keharamannya secara langsung, namun bisa juga secara tidak langsung, kecuali hanya dengan menyebutkan kriterianya saja.</p>
<p>Nah, menurut mereka, tidak ada satu pun ayat atau hadits yang menyebutkan keharaman bekicot secara langsung. Dan ternyata dalil yang mengharamkan secara tidak langsung pun juga tidak ditemukan. Tidak ada satu pun kriteria keharaman makanan yang termasuk di dalamnya daging bekicot</p>
<p>Kriteria Hewan Yang Haram Dimakan<br />
Bangkai, yaitu hewan berkaki empat atau dua (al-an&#8217;am) yang tidak matinya tidak disembelih secara syar&#8217;i.<br />
Hewan yang diharamkan untuk membunuhnya.<br />
Hewan yang diperintahkan untuk membunuhnya.<br />
Hewan yang bercakar dan berkuku, di mana cakar dan kukunya digunakan untuk memangsa buruannya.<br />
Al-Jallaalah, yaitu hewan yang makanan pokoknya benda najis dan kotoran<br />
Hewan yang hidup di dua alam (ini pun masih khilafiyah)</p>
<p>Hewan Yang Menjijikkan</p>
<p>Dari keenam kriteria di atas, ada satu kriteria yang diperdebatkan oleh para ulama, yaitu tentang hewan yang menjijikkan.</p>
<p>Masalah pertama, manakah dalil yang menyebutkan bahwa bila seseorang merasa jijik atas suatu hewan, maka hewan itu hukumnya haram.</p>
<p>Masalah kedua, bila memang benar ada dalil yang menyebutkan bahwa rasa jijik = haram, lalu rasa jijik menurut standar siapa?</p>
<p>Sebab tiap orang ternyata punya standar rasa jijik yang berbeda-beda. Apakah standar untuk memberikan batasannya?</p>
<p>Karena itu pada akhirnya urusan bekicot ini tetap menjadi polemik di kedua belah pihak, masing-masing bersikeras untuk mempertahankan pendapatnya.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p><a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/mkn/8422145204-halalkah-bekicot.htm">sumber: Eramuslim</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pkslawang.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pkslawang.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=98&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/halalkah-bekicot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makan di Standing Party</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/makan-di-standing-party/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/makan-di-standing-party/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 06:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[copas aja]]></category>
		<category><![CDATA[eramuslim]]></category>
		<category><![CDATA[fikrah]]></category>
		<category><![CDATA[tasqif]]></category>
		<category><![CDATA[tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Mau tanya, gimana hukumnya makan di acara standing party yang sekarang banyak dilakukan saat resepsi pernikahan? Padahal di situ kan minim tempat duduk. Gimana?
Ning
Jawaban
Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Kami mungkin tidak akan menjawab apa yang anda tanyakan tentang istilah standing party. Yang ingin kami jawab adalah apa hukum makan dan minum sambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=97&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </p>
<p>Mau tanya, gimana hukumnya makan di acara standing party yang sekarang banyak dilakukan saat resepsi pernikahan? Padahal di situ kan minim tempat duduk. Gimana?</p>
<p>Ning<span id="more-97"></span><br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </p>
<p>Kami mungkin tidak akan menjawab apa yang anda tanyakan tentang istilah standing party. Yang ingin kami jawab adalah apa hukum makan dan minum sambil berdiri.</p>
<p>Lho apa bedanya?</p>
<p>Mungkin begitu Anda akan balik bertanya. Kami katakan bahwa keduanya beda. Standing party tidak semata-mata hanya urusan makan atau minum sambil berdiri, tetapi ada istilah party, yaitu pesta. Maka jelas ada beda antara standing party dengan sekedar makan atau minum sambil berdiri.</p>
<p>Setidaknya, sebuah standing party sejak awal memang diniatkan agar para tamu sengaja tidak duduk ketika makan dan minum. Sedangkan makan dan minum sambil berdiri, bisa saja dilakukan karena kebetulan, bukan semata-mata disengaja sejak awal.</p>
<p>Hukum Makan dan Minum Sambil Berdiri</p>
<p>Dari umumnya tulisan para ulama dan literatur yang kita baca di mana-mana, kalau ada pertanyaan seperti itu, jawabannya mudah ditebak.</p>
<p>Ya, benar, hukumnya haram.</p>
<p>Dan dalilnya adalah dalil yang juga sering kita temukan dalam berbagai situs keIslaman. Salah satunya adalah dalil berikut ini:</p>
<p>Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang sambil minum berdiri. (HR Muslim no. 2024, Ahmad no. 11775 dll)</p>
<p>Dari Abu Sa’id al-Khudriy, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri. (HR Muslim no. 2025)</p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR Ahmad no 8135)</p>
<p>Sehingga dengan banyaknya literatur yang menyebutkan keharaman makan dan minum sambil berdiri, keseringan kita pun juga akan mengatakan hal yang sama, yaitu makan dan minum sambil berdiri hukumnya haram.</p>
<p>Hadits-hadits Yang Membolehkan</p>
<p>Ternyata setelah ditelurusuri baik-baik di beberapa kitab hadits, kita menemukan juga hadits-hadits yang sekiranya malah membolehkan makan dan minum sambil berdiri. Dan hadits itu juga kuat dari segi sanadnya. Antara lain:</p>
<p>Dari Ibnu Abbas beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau lantas minum dalam keadaan berdiri.” (HR Bukhari no. 1637, dan Muslim no. 2027)</p>
<p>Dari An-Nazal, beliau menceritakan bahwa Ali radhiyallahu ‘anhu mendatangi pintu ar-Raghbah lalu minum sambil berdiri. Setelah itu beliau mengatakan, “Sesungguhnya banyak orang tidak suka minum sambil berdiri, padahal aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan sebagaimana yang baru saja aku lihat.” (HR Bukhari no. 5615)</p>
<p>عن ابن عمر ض قال: كنا نأكل على عهد رسول الله ص و نحن نمشي و نشرب و نحن قيام (رواه الترمذي 4:300 وقال حسن صحيح)</p>
<p>Dari Ibnu Umar radhiyallahu &#8216;anhu berkata, &#8220;Dahulu kami makan di zaman Rasulullah SAW sambil berjalan, juga kami minum sambil berdiri. (HR At-Tirmizy 4/300 dengan status Hasan Shahih)</p>
<p>عن ابن عباس قال: شرب النبي ص من زمزم وهو قائم (رواه الترمذي 4:301 وقال حسن صحيح)</p>
<p>Dari Ibnu Abbas radhiyallahu &#8216;anhu berkata, &#8220;Nabi SAW minum air zamzam dalam keadaan berdiri (HR At-Tirmizy 4/301 dengan status Hasan Shahih)</p>
<p>Maka kalau kita simpulkan, ternyata memang ada hadits-hadits yang menyebutkan bahwa para shahabat makan sambil berjalan, atau minum sambil berdiri. Bahkan Rasulullah SAW pun disebutkan minum air zamzam sambil berdiri.</p>
<p>Lepas dari masalah pro dan kontra, kenyataannya hadits-hadits itu memang nyata ada. Dan At-Tirmizy yang meriwayatkannya tegas menyatakan bahwa statusnya adalah Hasan Shahih.</p>
<p>Maksudnya?</p>
<p>Menurut sebagian ulama, kalau Al-Imam At-Tirmizy mengatakan suatu hadits berkekuatan hasan shahih, maka ada dua kemungkinan.</p>
<p>1. Kemungkinan pertama, hadits itu punya 2 sanad. Sanad pertama hasan dan sanad kedua shahih.</p>
<p>2. Kemungkinan kedua, hadits itu punya 1 sanad saja, oleh sebagian ulama dikatakan hasan dan oleh ulama lain disebut shahih.</p>
<p>Hadits Lainnya</p>
<p>Dalam riwayat Ahmad dinyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib mengatakan:</p>
<p>“Apa yang kalian lihat jika aku minum sambil berdiri. Sungguh aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum sambil berdiri. Jika aku minum sambil duduk maka sungguh aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil duduk.” (HR Ahmad no 797)</p>
<p>Dari Ibnu Umar beliau mengatakan, “Di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kami minum sambil berdiri dan makan sambil berjalan.” (HR Ahmad no 4587 dan Ibnu Majah no. 3301 serta dishahihkan oleh al-Albany)</p>
<p>Di samping itu Aisyah dan Said bin Abi Waqqash juga memperbolehkan minum sambil berdiri, diriwayatkan dari Ibnu Umar dan Ibnu Zubaer bahwa beliau berdua minum sambil berdiri. (lihat al-Muwatha, 1720 &#8211; 1722)</p>
<p>Beda Pendapat</p>
<p>Mungkin anda akan balik bertanya, kenapa kalau bertanya di rubrik ini, selalu malah tambah bingung, karena selalu disuguhi dengan perbedaan pendapat dan dalil yang saling bertentangan.</p>
<p>Kenapa tidak ditampilkan satu dalil saja yang paling kuat lalu yang lain ditolak? Juga kenapa tidak diambil satu pendapat saja, lalu yang lain dibuang, biar tidak selalu dalam keadaan bimbang?</p>
<p>Jawabnya, kami tidak pernah dididik untuk membuang suatu dalil yang sekiranya masih dijadikan landasan oleh para ulama. Kami juga tidak diajarkan untuk terlalu mudah menafikan jawaban para ulama.</p>
<p>Rupanya pendidikan di Fakultas Syariah LIPIA selalu mengajarkan bahwa kita harus jujur dengan ilmu. Apa yang memang dikatakan oleh para ulama, lepas apakah kita sepakat atau tidak dengan pendapat mereka, harus secara ikhlas kita sampaikan. Bahwa kemudian kita sepakat dengan pendapat mereka, atau tidak sepakat, lain urusannya.</p>
<p>Tentunya kami pun tahu bahwa sekian banyak pembaca rubrik tercinta ini terdiri dari beragam latar belakang paham dan mazhab fiqih. Rasanya bukan pada tempatnya untuk menggiring opini pribadi kepada suatu pendapat pribadi.</p>
<p>Mungkin hal itu memang tidak bisa dihindari 100%, namun setidaknya upaya untuk bersikap seimbang, balance, dan adil, tetap harus dijunjung tinggi.</p>
<p>Untuk itu kami tampilkan juga hadits-hadits dan pendapat-pendapat yang sekiranya membolehkan makan dan minum sambil berdiri.</p>
<p>Pendapat 4 Ulama Mazhab Tentang Makan dan Minum Sambil Berdiri</p>
<p>1. Mazhab Al-Hanafiyah</p>
<p>Menurut pandangan mazhab ini, makan dan minum sambil berdiri hukumnya adalah karahah tanzih. Maksudnya dibenci atau tidak disukai.</p>
<p>Namun mazhab ini mengecualikannya dengan mengatakan bahwa dibolehkan minum air zamzam atau air bekas wudhu sambil berdiri.</p>
<p>Pendapat mazhab ini bisa kita lihat dalam Ibnu Abidin jilid 1 halaman 387.</p>
<p>2. Mazhab Al-Malikiyah </p>
<p>Dalam pandangan mazhab ini, hukum makan dan minum sambil berdiri dibolehkan, tidak ada larangan. Jadi siapa pun boleh untuk makan atau minum sambil berdiri.</p>
<p>Kalau kita teliti kitab-kitab seperti Al-Fawakih Ad-Dawani jilid 2 halaman 417 dan Al-Qawanin Al-Fiqhiyah halaman 288, maka kita akan dapat keterangan seperti itu.</p>
<p>3. Mazhab As-Syafi&#8217;iyah </p>
<p>Mazhab ini mengatakan bahwa minum sambil berdiri adalah khilaful aula (menyalahi keutamaan). Jadi bukan berarti haram hukumnya secara total.</p>
<p>Silahkan periksa kitab Asy-Syafi&#8217;iyah, semisal kitab Raudhatuttalibin jilid 7 halaman 340 dan kitab lainnya seperti Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 250.</p>
<p>4. Mazhab Al-Hanabilah</p>
<p>Dalam pandangan salah satu riwayat mazhab ini, dikatakan bahwa mazhab ini cenderung tidak mengatakan ada karahah (kebencian) untuk minum dan makan sambil berdiri.</p>
<p>Namun dalam riwayat yang lain malah disebutkan sebaliknya, yaitu mereka mengatakan justru ada karahah (kebencian).</p>
<p>Silahkan periksa Kitab Kasysyaf Al-Qinna&#8217; jilid 5 halaman 177 dan juga kitab Al-Adab Asy-Syar&#8217;iyah jilid 3 halaman 175-176.</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<p>Jadi kesimpulannya, makan dan minum sambil berdiri ada yang mengatakan haram, makruh dan ada yang mengatakan boleh tanpa karahah. Intinya, hukumnya khilafiyah juga.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc</p>
<p><a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/mkn/8523091841-makan-standing-party.htm">Sumber Eramuslim</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pkslawang.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pkslawang.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=97&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/makan-di-standing-party/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lapangan Ijtihad</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/lapangan-ijtihad/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/lapangan-ijtihad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 05:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[copas aja]]></category>
		<category><![CDATA[eramuslim]]></category>
		<category><![CDATA[fikrah]]></category>
		<category><![CDATA[harakah]]></category>
		<category><![CDATA[tasqif]]></category>
		<category><![CDATA[tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum ustadz, 
Dalam lapangan ijtihad dikatakan bahwa obyek ijtihad itu adalah ayat-ayat Qur&#8217;an dan Hadits yang bersifat zhanni (samar). Apakah ayat-ayat Al-Qur&#8217;an ada yang tidak qath&#8217;i atau masih tergolong zhanni? Mohon penjelasannya, jazakumullah.
Wassalamu&#8217;alaikum,
M. Dimyati
MD
Jawaban
Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah wal hamdulillah, washshalatu wassalamu &#8216;alaa rasulillah, wa ba&#8217;d
Sebuah dalil baik yang berupa ayat Al-Quran atau pun berupa hadits [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=96&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum ustadz, </p>
<p>Dalam lapangan ijtihad dikatakan bahwa obyek ijtihad itu adalah ayat-ayat Qur&#8217;an dan Hadits yang bersifat zhanni (samar). Apakah ayat-ayat Al-Qur&#8217;an ada yang tidak qath&#8217;i atau masih tergolong zhanni? Mohon penjelasannya, jazakumullah.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum,<br />
M. Dimyati<span id="more-96"></span></p>
<p>MD<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Bismillah wal hamdulillah, washshalatu wassalamu &#8216;alaa rasulillah, wa ba&#8217;d</p>
<p>Sebuah dalil baik yang berupa ayat Al-Quran atau pun berupa hadits nabawi mungkin saja mengandung hal-hal yang bersifat qath&#8217;i (mutlak)tapi mungkin juga mengandung hal-hal yang bersifat zhanni (relatif)</p>
<p>1. Tsubut (Validitas)</p>
<p>Masalah dalil qath&#8217;i dan dalil zhanni itu masih terbagi lagi menjadi dua dua sisi yang berlainan, yaitu masalah kesahihan (tsubut) dan masalah ketepatan penggunaannya (dilalah).</p>
<p>a. Qathi&#8217; secara tsubut </p>
<p>Dalil qath&#8217;i secara tsubut maksudnya adalah secara nilai keshahihan dalil tersebut yang bisa dipertanggung-jawabkan. Kalau dalil itu berupa hadits nabawi, maka yang termasuk ke dalam kategori ini adalah hadits-hadits shahih, shahih li gahrihi, hasan, hasan li ghairi.</p>
<p>Sedangkan Al-Quran Al-Kariem secara tsubut tentu saja nilainya qath&#8217;i. Keshahihannya bersifat mutlak, karena diriwayatkan secara mutawatir dari Rasulullah SAW hingga zaman sekarang ini.</p>
<p>b. Zhanni secara tsubut</p>
<p>Dalil yang zhanni secara tsubut adalah lawan dari di atas, yaitu dalil yang keshahihannya kurang bisa dipertanggung-jawabkan secara ilmiyah. Contohnya adalah hadits dha&#8217;if. Yaitu yang perawinya banyak cacatnya, tidak &#8216;adil dan tidak dhabith. Hadits seperti itu disebut zhanniyuts-tsubut. Maksudnya adalah dalil yang zhanni secara tsubut.</p>
<p>2. Dilalah (Implementasi)</p>
<p>Setelah bicara tentang masalah validitas suatu dalil, kita masih harus bicara lagi tentang ketepatan penggunaan sebuah dalil. Sejauh mana sebuah dalil yang sudah valid (shahih) itu bisa diimplementasikan di dalam sebuah masalah.</p>
<p>Bisa jadi seseorang menggunakan dalil yang shahih, katakanlah misalnya ayat Al-Quran, namun ketika penggunaannya tidak tepat untuk sebuah kasus masalah, bukan salah ayat Quran-nya, melainkan salah dalam mengimplementasikan ayat tersebut.Para ulama menyebutnya dengan istilah dilalah.</p>
<p>Ada dalil Al-Quran yang secara dilalah sudah qath&#8217;i, misalnya haramnya bangkai, darah, daging babi dan lainnya. Tetapi ada juga yang secara dilalah masih zhanni. Misalnya diharamkannya musik dengan menggunakan ayat:</p>
<p>Dan di antara manusia orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (QS. Luqman: 6)</p>
<p>Sebagian ulama memaknai perkataan yang tidak berguna adalah lagu, nyanyian atau musik. Ini adalah dilalah yang bersifat zhanni, bukan qath&#8217;i. Artinya, bisa jadi ulama lain tidak menjadikan ayat ini sebagai dasar pengharaman musik, lagu dan nyanyian.</p>
<p>Secara nilai validitas, semua ayat Al-Quran pasti tsubut secara qath&#8217;i, namun secara dilalah, belum tentu tepat untuk digunakan. Paling tidak ayat itu tidak secara qath&#8217;i mengharamkan musik. Masih ada perbedaan pandangan tentang haramnya musik kalau dilandaskan pada ayat tersebut.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab, Wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wa barakatuh<br />
Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/5c21015322-lapangan-ijtihad.htm">Eramuslim</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pkslawang.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pkslawang.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=96&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/lapangan-ijtihad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisakah Kita Satukan Perbedaan Umat Lewat Khilafah?</title>
		<link>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/bisakah-kita-satukan-perbedaan-umat-lewat-khilafah/</link>
		<comments>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/bisakah-kita-satukan-perbedaan-umat-lewat-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 05:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[copas aja]]></category>
		<category><![CDATA[harakah]]></category>
		<category><![CDATA[tasqif]]></category>
		<category><![CDATA[tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pkslawang.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum
Pak ustadz saya memahami mengenai segala jenis perbedaan dalam tubuh umat Islam dan saya sendiri tidak saklek dalam hal perbedaan ini. Contohnya walau saya tidak tahlilan tapi jika ada tetangga dekat mengundang saya akan hadir walau hanya sekadar duduk-duduk saja. Dan tetangga saya pun tidak begitu mempermasalahkan.
Hanya yang jadi pemikiran saya yaitu apakah ini (perbedaan-perbedaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=95&subd=pkslawang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamualaikum</p>
<p>Pak ustadz saya memahami mengenai segala jenis perbedaan dalam tubuh umat Islam dan saya sendiri tidak saklek dalam hal perbedaan ini. Contohnya walau saya tidak tahlilan tapi jika ada tetangga dekat mengundang saya akan hadir walau hanya sekadar duduk-duduk saja. Dan tetangga saya pun tidak begitu mempermasalahkan.</p>
<p>Hanya yang jadi pemikiran saya yaitu apakah ini (perbedaan-perbedaan dalam agama) yang dikehendaki Rasul SAW?</p>
<p>Apakah Rasul akan senang jika melihat kondisi umatnya sekarang yang selalu ribut karena perbedaan-perbedaan itu? Karena secara Sunnatullah perbedaan pasti membawa pada pertentangan.</p>
<p>Kecil sekali prosentase ummat di mana perbedaan menjadi berkah. Lihat Indonesia, walau sudah 50 tahun lebih slogan Bhineka Tunggal Ika dikumandangkan tetap saja tawuran dan kerusuhan terjadi.</p>
<p>Apakah ada cara untuk menyatukan perbedaan-perbedaan itu misalnya dengan KeKhalifahan?</p>
<p>Terima kasih ya Ustadz. Mohon maaf jika saya terdengar lancang.</p>
<p>Jazakumullah.</p>
<p>Abdul Hakim Sanjaya<br />
aa5773@gmail.com<br />
<span id="more-95"></span><br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </p>
<p>Perbedaan pandangan masalah fiqih adalah sesuatu yang sejak zaman nabi SAW sudah ada. Jadi justru akan tambah aneh kalau sekarang ini malah diributkan.</p>
<p>Perbedaan pendapat itu boleh ada dan memang niscaya ada. Tapi yang haram adalah saling menghina dan saling caci karena perbedaan tersebut. Atau sampai saling mengkafirkan dan membid&#8217;ah, sampai tega-teganya tidak mau bertegur sapa.</p>
<p>Sikap keras para ulama terdahulu sebenarnya bukan pada masalah khilafiyah, tetapi pada masalah yang memang secara ijma&#8217; telah disepakati sebagai perbuatan yang keluar dari agama Islam.</p>
<p>Kami telah terangkan di rubrik ini beberapa kasus di mana para ulama memang bersikap sangat keras kepada suatu kelompok. Misalnya sampai perintah untuk memboikot, bahkan tidak mau menshalati jenazahnya.</p>
<p>Sayangnya sikap keras itu kemudian oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab, ditiru bukan pada tempatnya. Sikap keras itu malah dilakukan justru hanya karena sekedar ada sedikit perbedaan pendapat dalam urusan fiqhiyah, yang nyata tidak ada kaitannya dengan urusan penyimpangan akidah.</p>
<p>Ketika Sufyan At-Tsauri melarang orang-orang menshalatkan jenazah seseorang yang mati, ternyata karena orang itu memang telah divonis kafir oleh Mahkamah Syar&#8217;iyah. Bukan karena orang itu sekedar punya pandangan yang berbeda karena memang ada urusan khilafiyah yang belum selesai.</p>
<p>Sikap tegas ulama sekelas Sufyan At-Tauri itu amat wajar, karena seorang yang telah resmi divonis kafir oleh negara berarti dia memang telah resmi menjadi non muslim. Dan haram hukumnya menshalati jenazah non muslim.</p>
<p>Siapapun yang pada hari ini telah murtad dan keluar dari agama Islam, kalau dia meninggal memang tidak perlu dishalatkan.</p>
<p>Tapi kalau ada orang masih merayakan maulidan, karena dalam pandangannya bahwa maulidan itu tidak bid&#8217;ah dan tidak membuat dirinya kafir, bagaimana mungkin kita memutuskan untuk tidak menshalatkan jenazahnya. Mana mungkin kita mengatakan bahwa siapa saja yang merayakan maulid maka dia adalah ahli bid&#8217;ah dan masuk neraka, lalu jenazahnya tidak boleh dishalati?</p>
<p>Khilafah Bukan Jalan Tetapi Hasil</p>
<p>Kami bukan tidak setuju berdirinya khilafah, namun kalau melihat realitas permasalahan, khilafah bukan jalan untuk mempersatukan umat Islam. Tetapi lebih tepat dikatakan bahwa berdirinya khilafah adalah bukti serta hasil dari telah bersatunya umat Islam.</p>
<p>Umat yang masih centang perenang ini, di mana sebagian besarnya masih anti dan phobi terhadap Islam dan negara Islam, justru akan semakin takut dan phobi kalau yang kita sodorkan adalah khilafah.</p>
<p>Sebab dalam pandangan sebagian besar umat Islam, khhilafah tidak lain adalah sebuah gambaran minor tentang Islam. Dalam pandangan mereka, kalau disebut istilah khilafah, yang terbayang adalah kapak pemenggal kepala, algojo yang siap mencambuk orang, atau hukuman rajam yang tidak berperikemanusiaan.</p>
<p>Umat Islam saat ini telah menjadi korban perang opini sesat. Dan sayangnya opini sesat itu sudah berurat dan berakar. Menghadapi opini sesat yang sudah akut ini perlu taktik dan strategi.</p>
<p>Main Opini: Belajar Dari Zionis Yahudi</p>
<p>Orang-orang yahudi zionis mungkin salah satu di antara kalangan yang pandai bermain opini. Cita-cita mereka mendirikan negara Israel bahkan bukan hanya didukung oleh kalangan mereka sendiri, tetapi dengan propaganda jaringan media massa dunia, mereka berhasil mencuri opini dunia sehingga dunia kita sepenuhnya merasa wajar kalau Israel sebagai sebuah negara harus berdiri.</p>
<p>Lihat bagaimana zionisme international pandai mengaduk-aduk perasaan masyarakat dunia lewat kebohongan peristiwa Holocoustnya. Sampai-sampai kita dibuat merasa harus mendukung berdirinya negara mereka, meski harus dengan membantai jutaan manusia.</p>
<p>Israel adalah khilafah buat Yahudi. Tetapi mereka pandai mempermaikan perasaan bangsa-bangsa muslim di dunia lewat opini yang dikembangkan. Misalnya, dikesankan bahwa yahudi adalah bangsa yang lemah dan patut dikasihani, tidak punya negara dan selalu diperlakukan buruk oleh bangsa-bangsa lain. Jadi wajar dong kalau sekarang punya negara sendiri.</p>
<p>Keadaan bisa di balik, negara-negara Arab justru menjadi teroris ketika tidak menghendaki yahudi zionis mendirikan Israel tepat di jantung negeri mereka, Palestina.</p>
<p>Secara teknis tanpa memperhatikan nilai, banyak kalangan yang mengatakan bahwa teknik memainkan opini dunia yang dilakukan oleh kalangan zionisme yahudi international patut diacungkan jempol, lepas dari kebusukan ajaran mereka.</p>
<p>Mereka pandai membaca situasi dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka bisa membuat otak manusia mandul. Mereka bisa membuat para pemimpin negeri muslim jadi kelihatan bodoh. Dan satu lagi prestasi yang juga luar biasa, mereka bisa mengadu domba lawan-lawan mereka sehingga bisa perang saudara.</p>
<p>Soeharto dan Pancasila</p>
<p>Sebenarnya kalau mau belajar main opini tidak perlu jauh-jauh dari yahudi. Di negeri kita pun ada ahlinya. Misalnya mendiang Soeharto, mantan Presiden RI.</p>
<p>Salah satu kepiawaian Soeharto adalah dia tetap menggunakan istilah yang bisa diterima oleh telinga semua bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Siapa yang tidak menerima isitlah ini. Semua golongan, semua kalangan dari semua lapisan pasti sangat menghormati isitlah Pancasila ini.</p>
<p>Lalu dia membuat penafsiran sendiri untuk istilah ini. Orang yang tidak cocok dengan dirinya, bisa dibuat kesan seolah-olah anti Pancasila. Bayangkan, dahulu para tokoh muslim termasuk yang mendirikan dan merumuskan Pancasila ini. Kok bisa-bisanya di masa rezim Soeharto, umat Islam dipojokkan dan dikesankan sebagai anti Pancasila?</p>
<p>Sebabnya adalah Soeharto telah &#8216;menyelewengkan&#8217; makna Pancasila sesuai dengan kepentingan dirinya. Misalnya dengan membuat Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yang disingkat dengan P4.</p>
<p>Yang menarik, pemaksaan penafsiran terhadap isi Pancasila sesuai dengan opini dan kepentingan Soeharto ini kemudian bisa dijadikan gerakan massal, sampai semua orang harus ikut penataran P4. Mulai dari siswa sekolah, mahasiswa, pegawai negeri sampai nenek-nenek pun harus ikut penataran P4.</p>
<p>Isinya?</p>
<p>Apa lagi kalau bukan indoktrinasi dan opini yang sekiranya mendukung kebijakan politik dan ekonomi Soeharto dan kroninya.</p>
<p>Tapi lepas dari setuju atau tidak, Soeharto telah berhasil mengangkat sebuah jargon menarik dan tepat yang sekiranya sangat bisa diterima oleh bangsanya, yaitu Pancasila.</p>
<p>Mungkin akan lain ceritanya kalau jargon atau istilah yang digunakan misalnya &#8216;Soehartoisme&#8217; atau &#8216;Cendanaisasi&#8217;, atau &#8216;Tututisme&#8217; atau &#8216;Babeisme&#8217;. Bahkan Soeharto cukup pandai ketika tidak menggunakan nama dirinya untuk permainan opini massa. Tapi yang dia pakai adalah nama yang semua pihak bisa menerima, walau pun ternyata isinya telah diputar-balik sesuai isi perutnya sendiri.</p>
<p>Opini Tentang Khilafah</p>
<p>Sebaliknya, kalau boleh diakui, rasanya kita umat Islam sedunia ini telah gagal ketika memainkan opini tentang pentingnya berdirinya negara Islam, atau khilafah.</p>
<p>Sebab belum apa-apa, kesan yang langsung tertayang dalam alam pikiran bawah sadar umat manusia tentang khilafah adalah sesuatu yang kejam, anarkhi, teror dan penuh dengan darah.</p>
<p>Salah satu faktor kenapa demikian, karena umat Islam kurang punya ahli strategi yang memainkan opini. Selain juga kurang punya media massa yang setiap hari 24 jam bekerja secara sistematis.</p>
<p>Alih-alih orang mendukung berdiriya khilafah, yang terjadi justru semakin kita bicara khilafah, semakin takutlah masyarakat dunia tentang khilafah itu.</p>
<p>Mungkin perlu dicarikan jargon dan issue baru yang belum terkontaminasi dengan opini yang buruk. Tetapi intinya tetap mengarah kepada kepentingan-kepentingan syariah Islam. Istilah masyarakat &#8216;madani&#8217; misalnya, adalah istilah yang cukup akrab di telinga, elegan, bernuansa kemajuan dan terkesan jauh dari urusan darah dan perang.</p>
<p>Istilah &#8216;masyarakat madani&#8217; ini kalau mau ditarik akar masalahnya, sebenarnya tidak lain dan tidak bukan kembali kepada masyarakat Islam yang menjalankan syariah dan menggapai peradaban yang maju. Dan pada hakikatnya adalah khilafah juga. Cuma kesan yang muncul di benak masyarakat, jauh dari kesan kekerasan dan darah. Setiap orang bisa menerima istilah ini tanpa harus dahinya berkerut sepuluh lipatan.</p>
<p>Padahal masyarakat madani itu ya khilafah Islamiyah. Mau diapakan juga, tetap saja masyarakat madani itu adalah khilafah Islamiyah.</p>
<p>Nah, umat Islam rasanya perlu belajar teknik pengembangan opini positif ini. Biar seperti pemancing ikan profesional, ikannya dapat, gede-gede lagi, tapi airnya tidak keruh dan tetap jernih. Jangan seperti tukang pancing sok tahu yang kalap, sudah habis kolamnya diobok-obok sampai butek airnya, ikannya menghilang dan tidak dapat apa-apa.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc<br />
Sumber: <a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/pol/8520170227-bisakah-kita-satukan-perbedaan-umat-lewat-khilafah.htm">Eramuslim</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pkslawang.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pkslawang.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pkslawang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pkslawang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pkslawang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pkslawang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pkslawang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pkslawang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pkslawang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pkslawang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pkslawang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pkslawang.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pkslawang.wordpress.com&blog=2204151&post=95&subd=pkslawang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pkslawang.wordpress.com/2008/07/15/bisakah-kita-satukan-perbedaan-umat-lewat-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03caf76a94042ee819fceb085b286b59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmcahyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>